Friday, 11 April 2014

Bertempat di sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta, kami melakukan interview kebeberapa narasumber, di antara banyaknya profesi yang mengantungkan hidupnya di  jalan Malioboro, kami memimilih 3 profesi untuk di jadikan sample analisa social kami, dan ke tiga profesi itu ialah tukang parkir, tukang becak, dan pedagang kaki lima. Perlu di ketahuai dalam proses interview ini kami berusaha agar menyembunyikan identitas asli kami guna mengindari agar narasumber yang kami tanya tidak merasa terbebani atas pertanyaan-pertanyaan yang kami lontarkan, kami berusaha santai dan sedekat mungkin dengan sang narasumber, agar sang narasumberpun enjoy dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami lontarkan. Untuk mendapatkan data dari narasumber ini kami melontarkan beberapa pertanyaan ke pada mereka, dan beberapa pertanyaan tersebut adalah, Domisili narasumber?, apakah mempunyai keluarga di Jogja?, permasalahan selama ini dalam menjalankan profesinya?,  jika dia tukang becak apa itu milik pribadi? Dan kalau dia tukang parkir apakah ada yang mengkoordinir?, kemudia bagaimana tanggapan mereka tentang Aksi demonstrasi mahasiswa yang sering terjadi di jalan Malioboro?.
Pada percobaan pertama kami berkesempatan mewawancarai seorang ibu penjual sate ayam, beliau berasal dari Madura, namun saat ini ada beberapa keluarga beliau yang tinggal di Jogja, dalam menjalankan usaha terkadang beliau sering di tahan satpol pp lantaran dalam menjalankan usaha ini mereka tidak mengantongi ijin usaha, kemudian beliau mengatakan kalau usaha ini milik sendiri alias tidak ada yang mengkoordinir, tanggapan beliau tentang seringnya aksi demonstrasi mahasiswa biasa aja selama itu tidak menganggu kegiatan beliau berdagang.
Narasumber kedua kami mewawancarai tukang parkir, beliau adalah orang Jogja asli, lantaran orang Jogja maka keluarga besarnya tentu juga masih ada di Jogja, beliau mengaku dalam menangani masalah parkir tidak terlalu banyak masalah yang di alami, cuman beliau sempat mengatakan bahwasanya dulu sering terjadi insiden kehilangan helem namun sekarang insiden itu hampir tidak terjadi lagi, beliau juga mengatakan bahwa yang mengkoordinasi mereka adalah pemerintah kota Jogja, kemudian beliau mendukung aksi demonstrasi mahasiswa selama aksi tersebut benar-benar mewakili aspirasi masyarakat dan tidak menganggu masyarakat umum.

Dan narasumber ketiga kami adalah tukang becak, beliau asli Jogaj, keluaraganya juga masih berada di Jogja, sebenarnya beliau ini lebih pas di sebut tukang becak motor, lantaran beliau tidak menggunkan sepeda dalam menjalankan becaknya, melainkan menggunakan mesin sepeda motor untuk menjalankan becaknya, karena menggunkan mesin dalam menjalankan becaknya maka beliau mengeluhkan mahalnya harga BBM, beliau berharap agar pemerintah tidak lagi menaikan harga BBM, karna itu akan sangat membebani, beliau juga mengatakan bahwa becak motor itu adalah milik sendiri, kemudian beliau menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa sebagai hal yang biasa aja, selama tidak merugikan orang lain beliau mengatakan itu hal yang biasa dan wajar.