Sunday, 23 March 2014

Makna Lagu Darah Juang

DARAH JUANG
Di sini negeri kami
tempat padi terhampar
samuderanya kaya raya
tanah kami subur, Tuhan.
Di negeri permai ini
berjuta rakyat bersimbah luka
anak kurus tak sekolah
pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar
Bunda, relakan darah juang kami
tuk membebaskan rakyat
padamu kami berjanji
Lagu ini menggambarkan keprihatinan atas keadaan suatu Bangsa yang kaya akan sumber daya alam, namun ironi sebagian rakyatnya masih menderita atas penindasan dan pembodohan yang di lakukan oleh kaum penguasa yang hanya ingin menguras sumber daya alam tanpa memikirkan nasib rakyatnya, ironi memang di negeri yang kaya akan sumber daya alam ini masih banyak kita melihat rakyat  yang menderita, kita ambil contoh di Papua, di balik megahnya PT.Freeport yang ada disana seolah berbanding terbalik dengan kesejahteraan masyarakat yang di sana, masalah kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, infrastruktur yang sangat tidak memadai dll. Adalah contoh masalah yang di derita oleh masyarakat sana, ibarat pepatah “Ayam mati di lumbung padi”.
Lagu ini juga mengajak para Pemuda/Mahasiswa untuk mari bersama-sama kita berjuang untuk membebaskan rakyat, menyadarkan rakyat, bahwasanya kita saat ini hidup di negeri yang subur, oleh karena itu kita tidak punya alasan untuk hidup sengsara secara terus menerus, karena negeri kita adalah negeri yang subur, negeri yang kaya akan sumber daya alam, dan kita punya segalanya untuk menjadi masyarakat yang makmur dan sejahtera.
Bunda relakan darah juang kami, ridohi perjuangan kami, padamu kami berjanji.




KEMISKINAN


Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana seseorang kekurangan hal yang biasa dimiliki, dan hal yang biasa dimiliki bisa dalam beberapa aspek. Di Indonesia ini masalah kemiskinan tidak ada habisnya, bahkan angka kemiskinan terus meningkat tiap tahunnya. Tidak sedikit masyarakat di luar sana yang mengenal Negeri ini karana kemiskinannya bukan karna prestasi ataupun juga karna keindahan alamnya, parahnya lagi hal ini seolah-olah di iyakan oleh masyarakat kita sendiri, petanyaannya apakah Negeri ini sudah begitu indentik dengan Negara miskin? Dalam hal ini miskin materi  tentunya. Bisa saja pemerintah mengkalaim bahwasanya angka kemiskinan di Indonesia telah menurun dari presentase tahun lalu, namun ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi kita semua jika kita melihat kehidupan masyarakat di sekitar kita di mana masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, secara kualitas kemiskinan justru mengalami involusi dan cenderung semakin kronis, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

Kemiskinan ini dapat di sebabkan oleh beberapa factor, antara lain:
-                   Korupsi, hal ini menyumbangkan banyak sekali warga miskin di Indonesia, karena banyak bantuan yang harusnya untuk membantu masyarakat miskin malah di ambil orang yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan mereke sendiri, akibatnya banyak bantuan social yg tak tersampaikan ke pada masyarakat, missal: Bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan modal usaha, bantuan infrastruktur, dll.
-             Lemahnya  kualitas SDM, ini yang menyebabkan kemiskinan susah sekali berkurang,  Bisa diketahui banyak SDM di Indonesia memiliki kualitas yang lemah, sehingga para SDM tidak mempunyai keahlian yang bisa di gunakan untuk mendapatkan penghasilan. Dan menurut saya lemahnya SDM kita ini juga bisa di sebabkan oleh korupsi tadi, karana banyak bantuan social untuk pendidikan dan palatihan demi menunjang terbentuknya SDM yang berkualitas malah banyak yang tidak terealisasikan.
-                Kebijakan pemerintah yang seolah tidak propemerintah missal, Kebijakan pemerintah membolehkan super market dan pasar modren masuk hingga ke tingkat kecamatan juga akan berdampak terhadap pasar tradisional yang sebahagian besar dikelola oleh masyarakat kelas bawah. Kebijakan yang berpihak pada pasar bebas dan kurang peduli dengan kesiapan para petaninya sendiri tentu akan berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat dan akhirnya berujung pada kemiskinan. Dan contoh lain juga  , ijin yang diberikan pemerintah kepada pengusaha untuk membuka perkebunan besar, terkadang menimbulkan kemiskinan. Hutan yang dibabat dan dijadikan kebun sawit, dapat membuat keringnya sungai dan irigasi.
P          Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
-                Kurang pekanya masyarakat mapan untuk membantu masyarakat miskin. Ini juga menjadi pertanyaan moral,  bagiamana kita harus peka terhadap linkungan sosial masyarakat di lingkungan kita, kita seolah menutup mata akan masih banyaknya masyarakat yang butuh bantuan dari kita, bukankah agama juga menganjurkan untuk kita saling membantu.