Tuesday, 12 February 2013
sekedar renungan
Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apa bila kita di kelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak di ragukan lagi ketulusan cintanya, dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita, yaitu keluarga, terutama orang tua. Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini tidak terlepas dari cinta kasih sayang dukungan serta bimbingan dari orang tua.
BAHAGIAKU SURGA MEREKA, DAN DERITAKU PILU MEREKA.
(karya Feby)
Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap, pandanganku tertujuh pada dua orang di kejauhan sana, dengan senyuman yang tak asing di mataku, dua orang yang sangat aku hargai, dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai dan aku sayangi, yaa! Mereka Papa dan Mamaku, dengan di sertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka, seiring dengan langkah terlintas di benaku, atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini, Mama yang telah mengandungku selama sembilan bulan, Mama yang suda memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini, Mama juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, Papa yang telah mendidiku, Papa yang rela bekerja banting tulang ihklas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup, detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun, apakah yang dapat ku lakukan untuk membalas mereka?!, sering aku tutup kuping ngga mau dengarin nasehat mereka, sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku, sering aku ngelawan jika mereka marah karna kenakalanku, sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulakan permintaanku, dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang ngga pantas mereka dengar dari bibirku, dasar cerewet! Kuno! Kolot!. Tapi apakah mereka mendendam rasa dendam terhadapku?! Tidak! tidak sama sekali! Mereka dapat tulus memaafkan kekilafanku, mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka, bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap doa-doa mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini, ya Tuhan betapa durhakanya aku, tak sadarka aku bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku, langkah-langkahku terhenti di hadapan mereka, dan ku pandangi Papa dan Mamaku inci demi inci, badan yang dulu tegap kekar kini mulai membungkuk, rambut yang dulu hitam kini mulai memutih, dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai berkeriput, ku tatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini, ku cium tangan mereka, ku peluk mereka sambil berkata, “Papa, Mama, yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah Papa dan Mama berikan selama ini kepadaku, terima kasih Pa, terima kasih Ma, aku sayang Papa dan Mama hingga sampai hayatku”.
Terima kasih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment